Ujung mata bajak yang dibuat dengan presisi

Deskripsi Singkat:

Ditempa dari baja paduan khusus dan melalui proses perlakuan panas tiga kali lipat, kekerasan mata pisau mencapai HRC58 atau lebih tinggi, meningkatkan ketahanan aus hingga 3 kali lipat. Desain permukaan lengkung dinamika fluidanya mengurangi hambatan pemecahan tanah hingga 40%, mempertahankan kedalaman pengolahan tanah yang stabil pada 25-30 cm. Struktur pengasah otomatisnya yang unik memastikan mata pisau tetap tajam bahkan setelah digunakan di lahan seluas 2000 hektar. Desain rusuk penguat standar mencegah kerusakan, dan kompatibel dengan model mesin pengolah tanah putar utama, menjadikan setiap pengolahan tanah dalam sebagai ritual untuk membangkitkan kesuburan tanah.


Detail Produk

Label Produk

Ujung bajak merupakan aksesori inti yang dirancang khusus untuk mesin pertanian modern. Diproduksi dengan presisi menggunakan material berkekuatan tinggi dan tahan aus, alat ini cocok untuk pengolahan tanah dan pelonggaran tanah yang dalam di berbagai kondisi tanah. Tujuan utama produk ini adalah untuk meningkatkan efisiensi pertanian dan mengurangi konsumsi energi, membantu petani mencapai pengelolaan lahan pertanian yang lebih efisien dan ekonomis.

1. Optimalisasi kinerja pengolahan tanah: Desain dinamika fluida pada mata bajak mengurangi hambatan sekitar 15%, menghasilkan pengolahan tanah yang lebih halus dan pemecahan tanah yang lebih seragam.

Desain sudut masuk yang presisi memastikan kedalaman pengolahan tanah yang stabil dalam kisaran yang dapat disesuaikan antara 15-30 cm, sehingga menghasilkan penutupan vegetasi yang lebih baik.

Peningkatan Hasil dan Efisiensi: Pengolahan tanah yang dalam memperbaiki struktur tanah dan mendorong perkembangan akar tanaman, berpotensi meningkatkan hasil panen sebesar 5-10%.

Penghematan Biaya: Siklus penggantian yang lebih panjang dan pengurangan waktu henti menghasilkan pengurangan biaya keseluruhan sekitar 25%.

Ramah Lingkungan dan Hemat Energi: Pengurangan pengolahan tanah menghasilkan konsumsi bahan bakar dan pemadatan tanah yang lebih rendah, sejalan dengan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan.




  • Sebelumnya:
  • Berikutnya: