Pisau Pengolah Tanah Putar Tambahan untuk Mesin Pertanian
Pengolah tanah putar adalah komponen kerja inti dari mesin pengolah tanah putar, yang disebut sebagai "seniman tanah" dalam pertanian presisi modern. Mesin ini melakukan pembajakan, perataan, dan fragmentasi tanah dalam satu operasi melalui rotasi kecepatan tinggi, memotong, menghancurkan, dan membalik tanah, menciptakan lahan tanam yang halus, gembur, dan subur untuk penyemaian dan penanaman kembali. Seri pengolah tanah putar ini diproduksi menggunakan proses dan ilmu material canggih, menawarkan daya tahan luar biasa, kinerja pengolahan tanah yang efisien, dan kemampuan adaptasi yang luas, semuanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pertanian dan mengurangi biaya pengolahan tanah.
Daya tahan yang sangat baik
Bahan: Terbuat dari baja karbon tinggi berkualitas tinggi atau baja paduan (seperti 60Si2MnA), ditempa melalui proses perlakuan panas yang presisi (pendinginan+pengerasan), bilah memiliki kekuatan dan ketangguhan tinggi, dan mata pisau mencapai kekerasan tinggi (HRC 48-55).
Keahlian: Mata pisaunya diberi perlakuan pengerasan khusus atau dilapisi dengan paduan tahan aus, sehingga sangat meningkatkan ketahanan aus dan ketahanan lelahnya. Masa pakainya jauh melebihi alat potong biasa, terutama cocok untuk lahan keras, berbatu, atau lahan bekas panen.
Berbagai model tersedia: Berbagai jenis mata bajak standar (seperti IT, L, S, melengkung, lurus, beliung, dll.) disediakan untuk menyesuaikan dengan kondisi tanah, kedalaman pengolahan tanah, dan kebutuhan agronomi yang berbeda.
Tipe IT/mata pisau melengkung: Sangat serbaguna, kinerja penghancuran dan pembalikan tanah yang seimbang, cocok untuk sebagian besar lahan kering dan sawah.
Mata pisau berbentuk L/lurus: Daya tumbuk yang kuat, cocok untuk tanah keras dengan sedikit gulma dan membutuhkan pelonggaran yang dalam.
Pisau berbentuk acar/pisau berbentuk pahat: Dengan kemampuan menembus tanah yang kuat, pisau ini cocok untuk lahan dengan sisa akar, tanah yang berat dan padat, atau tanah yang banyak mengandung kerikil.







