Ujung Bajak Baja Boron 6X270, Suku Cadang Aus Bajak Pertanian, Sekop Bajak Kultivator
Sebagai bagian paling rentan dari mesin pengolahan tanah pertanian, bajak dan sekop dirancang khusus untuk menopang bajak balik, bajak, dan bajak pengolahan tanah dalam. Bagian ini bersentuhan langsung dengan tanah dan bertanggung jawab untuk memotong dan membalik tanah, dan kualitasnya secara langsung memengaruhi efisiensi pengolahan tanah, konsumsi bahan bakar, dan lingkungan pertumbuhan tanaman. Kami mengadopsi proses penempaan dan perlakuan panas yang canggih, bertujuan untuk memberikan solusi hemat biaya kepada pengguna berupa "penanaman cepat, keausan lambat, dan tanpa patah".
1. Baja khusus: Baja mangan tinggi atau baja pegas 65Mn (tergantung modelnya) dipilih, dan rasio komposisi kimia yang ketat diterapkan untuk memastikan bahwa substrat memiliki kekerasan dan ketangguhan yang tinggi.
2. Teknologi perlakuan panas: Melalui proses pendinginan isotermal, kekerasan permukaan kerja mata bajak mencapai HRC 38-45, sementara bagian belakangnya mempertahankan ketangguhan yang tinggi. Karakteristik "keras di luar dan tangguh di dalam" ini tidak hanya menahan goresan pasir dan kerikil, tetapi juga mencegah runtuh atau retaknya tanah keras selama pengolahan tanah.
3. Penempaan dan Pembentukan: Dengan mengadopsi proses penempaan integral, bentuk logam menjadi sempurna, kepadatannya tinggi, dan porositas serta lubang pasir dihilangkan, sehingga meningkatkan umur pakai coran lebih dari 30%.
Efek penajaman otomatis: Struktur material komposit yang unik memastikan keausan yang merata pada permukaan kerja mata bajak selama penggunaan, menjaga ketajaman mata bajak dan secara signifikan mengurangi hambatan traksi traktor, sehingga menghemat bahan bakar sebesar 10% -15%.
Sudut penanaman yang akurat: Sudut pemasangan dirancang secara ketat sesuai dengan standar internasional (seperti ISO 5678) untuk memastikan kedalaman pengolahan tanah yang konsisten, permukaan yang halus, dan tidak ada pengolahan tanah yang berat atau terlewat.
Ketahanan aus yang lama: Dalam kondisi tanah lempung berpasir, masa pakai normal dapat mencapai 300-500 hektar, mengurangi frekuensi penggantian dan meningkatkan efisiensi operasional dibandingkan dengan produk kelas bawah biasa.












